Kamis, 4 Maret 2021 telah berlangsung penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoA) antara Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom meeting. Acara serah terima IA yang telah ditandantangani dari Jurusan BK FIP UNNES dengan Jurusan BK FKIP ULM.

Isi dari perjanjian kerjasama antara FIP UNNES dan FKIP ULM ini memuat kerjasama terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Salah satu jurusan yang sudah bekerjasama adalah Jurusan Bimbingan dan Konseling yang melakukan pertukaran antar mahasiswa FIP UNNES dan FKIP ULM. Program pertukaran mahasiswa ini sendiri merupakan implementasi dari program merdeka belajar yang digagas oleh KEMENDIKBUD. Dengan adanya Kerjasama ini diharapkan terjadi “Srawung Akademik” bagi mahasiswa, yang dapat bermanfaaat untuk memperkaya pengalaman-pengalaman akademik bagi mereka. BK UNNES menerima 10 mahasiswa program pertukaran mahasiswa “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka” dari Universitas Lambung Mangkurat pada mata kuliah BK Kelompok. Pada mata Kuliah BK kelompok dosen yang mengampu adalah Prof. Dr. Drs. Mungin Eddy Wibowo M.Pd., Kons

Prof. Dr. Drs. Mungin Eddy Wibowo M.Pd., Kons. lahir di Banjarnegara, 20 November 1952. Pendidikan S1 ia tempuh di Universitas Negeri Semarang pada bidang Bimbingan dan Konseling. Pendidikan profesi sebagai konselor ia tempuh di Universitas Negeri Padang (UNP). Selanjutnya ia mengikuti studi magister di Universitas Negeri Malang pada bidang Bimbingan dan Konseling. Di bidang yang studi dokotral ia tempuh di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Mengajar pada Jurusan BK Unnes sejak 1977, Prof. Mungin juga pernah menjadi Ketua Jurusan BK Unnes dan Ketua Program Studi BK Pascasarjana (PPs) Unnes. Sebelum menjadi Pembantu Rektor Bidang Akademik pada 2003 sampai 2007 ia menjadi Ketua Pelayanan BK Unnes. Tahun 2008 ia masuk menjadi anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan menjadi ketua lembaga tersebut pada 2008. Kini ia Ketua Umum Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABIKIN).

Di bidang pembelejaran BK, Prof. Mungin banyak menyumbangkan pembaruan gagasan, antara lain menyarankan supaya kurikulum Bimbingan dan Konseling dirampingkan supaya jumlah mata kuliah yang diberikan tidak terlalu banyak tetapi “netes” atau efektif menunjang 4 kompetensi utama program sarjana yaitu menguasai dasar ilmiah disiplin ilmu, mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan displin ilmu, bersikap dan berkarya sesuai norma dan mampu mengikuti perkembangan IPTEK.

Leave a Comment